Tari
Bedhaya Ketawang
Tari Bedhaya Ketawang adalah sebuah
tari yang amat disakralkan dan hanya digelar dalam setahun sekali. Konon di
dalamnya sang Ratu Kidul ikut menari sebagai tanda penghormatan kepada
raja-raja penerus dinasti Mataram.
Dilihat dari fungsinya, tarian itu bisa dibagi dalam 3
macam, yaitu:
Ø sifat magis religius
Ø tari yang menggambarkan peperangan
Ø tari yang mengandung cerita (drama).
Berbagai macam jenis tari yang diciptakan
oleh pengramu keraton bukan
asal buat, melainkan dipadu dengan
masukan dari kalangan lelembut yang punya hubungan baik dengan keluarga
keraton. Sehingga ada muatan mistis dan gaib. Tari yang punya sifat magis-religius
ini, seperti Bedhaya
biasanya diperagakan oleh kaum putri yang berjumlah 7 atau 9 orang.
- Asal-usul Tari Bedhaya Ketawang
Berbeda dengan tarian lainnya, Bedhaya
Ketawang ini semula khusus diperagakan oleh abdi dalem Bedhaya Keraton
Surakarta Hadiningrat. Iramanya pun terdengar lebih halus dibanding dengan tari
lainnya .
Dikatakan tari Bedhaya karena tari ini menyesuaikan dengan gendingnya, seperti Bedhaya Gending Ketawang Ageng (Karya Penembahan Senapati).
Dikatakan tari Bedhaya karena tari ini menyesuaikan dengan gendingnya, seperti Bedhaya Gending Ketawang Ageng (Karya Penembahan Senapati).
Satu sumber menyebutkan bahwa tari ini
diciptakan oleh Penembahan Sanapati-Raja Mataram pertama-sewaktu bersemadi di
Pantai Selatan. Ceritanya, dalam semadinya Penembahan Senapati bertemu dengan
Kanjeng Ratu Kencanasari (Ratu Kidul) yang sedang menari. Selanjutnya, penguasa
laut Selatan ini mengajarkannya pada penguasa Mataram ini.
Sumber
lainnya menyebutkan bahwa tari Bedhaya Ketawang ini diciptakan oleh
Sultan Agung Anyakrakusuma (cucu Panembahan Senapati).
Menurut Kitab Wedhapradangga yang dianggap pencipta tarian ini adalah
Sultan
Agung (1613-1645), raja terbesar dari kerajaan Mataram bersama Kanjeng
Ratu
Kencanasari, penguasa laut Selatan. Ceritanya, ketika Sultan
Agung sedang bersemadi, tiba-tiba
mendengar alunan sebuah gending. Kemudian Sultan Agung berinisatif menciptakan
gerakan-gerakan tari yang disesuaikan dengan alunan gending yang pernah
didengar dalam alam semadinya itu. Akhirnya, gerakan-gerakan tari itu bisa
dihasilkan dengan sempurna dan kemudian dinamakan tari Bedhaya Ketawang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar