Rabu, 12 Maret 2014

Aplikasi Redoks



Aplikasi reaksi redoks dalam kehidupan sehari-hari

1.   Zat pemutih
Zat pemutih adalah senyawa yang dapat digunakan untuk menghilangkan warna benda, seperti pada tekstil, rambut dan kertas. Penghilangan warna terjadi melalui reaksi oksidasi. Oksidator yang biasa digunakan adalah natrium hipoklorit (NaOCl) dan hidrogen peroksida (H2O2).
Warna benda ditimbulkan oleh elektron yang diaktivasi oleh sinar tampak. Hilangnya warna benda disebabkan oksidator mampu menghilangkan elektron tersebut. Elektron yang dilepaskan kemudian diikat oleh oksidator.

2.   Fotosintesis
Fotosintesis adalah proses reaksi oksidasi-reduksi biologi yang terjadi secara alami. Fotosintesis merupakan proses yang kompleks dan melibatkan tumbuhan hijau, alga hijau atau bakteri tertentu. Organisme ini mampu menggunakan energi dalam cahaya matahari (cahaya ultraviolet) melalui reaksi redoks menghasilkan oksigen dan gula.
Reaksi : 6 CO2 + 6 H2O            6 O2 + 6 C6H12O6

3.   Pembakaran
Pembakaran merupakan contoh reaksi redoks yang paling umum. Pada pembakaran propana di udara (mengandung O2), atom karbon teroksidasi (C3H8-)  membentuk CO2 dan atom oksigen tereduksi menjadi H2O.
Reaksi:  C3H8-   +  O2    CO2   +  H2O
                   
4.   Baterai karbon-seng
Jenis ini sering disebut sel kering karena tidak terdapat larutan elektrolit, yang menggantikannya adalah pasta semi padat. Pasta mangan oksida (MnO2) berfungsi sebagai katoda. Amonium klorida(NH4Cl) dan seng klorida (ZnCl2) berfungsi sebagai elektrolit. Seng(Zn) pada lapisan luar berfungsi sebagai anoda.Reaksi yang terjadi :

             anoda :    Zn     
Ø           
Ø katoda :  2MnO2  +  H2O  + 2e           Mn2O3+ 2OH-
Dengan menambahkan kedua setengah reaksi akan membentuk reaksi redoks utama yang terjadi dalam sel kering karbon-seng.
Zn + 2MnO2  +  H2O           Zn2++ Mn2O3  + 2OH-

v  Aplikasi reaksi redoks dalam bidang Industri

1. Peleburan biji logam
Untuk besi, reaksi totalnya adalah
2Fe2O3  + 3C           4Fe + 3CO2 Fe2O3
bijih besi (hematit) dengan kokas (karbon/C) sebagai reduktor.
2. Reaksi Redoks Pada Pengolahan Logam
Pada pemekatan biji logam dari batu karang baik secara fisika maupun kimia kemudian dipekatkan menjadi bijih pekat. Bijih pekat tersebut direduksi dengan zat pereduksi yang paling tepat.
3C(S)+ 4Al3+(l)+ 6O-2(l)          4Al(l) + 3CO2

3. Reaksi Redoks Pada Penyambungan Besi
Rel-rel dilas dengan proses termit . Campuran aluminium dan besi oksida disulut untuk untuk reaksi redoks dan panas yang dihasilkan dapat melumerkan permukaan rel.
Reaksi :  2Al(s) + Fe2O3 (S)          2Fe(s) + Al2O3(S)
4.   Reaksi Redoks Pada Gas Alam
Jika gas alam di bakar , maka akan membentuk reaksi sebagai berikut 
CH4(g) + 2O2(g) = CO2(g) + 2H2O(g)

v   Aplikasi reaksi redoks dalam bidang Pegolahan Air
1.     Pengolahan Air Limbah
        Konsep reaksi redoks sering dimanfaatkan dalam proses pengolahan air limbah. Di dalam suatu tempat pengolahan, limbah dilewatkan pada serangkaian sekat dan ruangan yang di dalamnya dilakukan beberapa proses, termasuk proses kimia untuk mengurangi kotoran dan zat racun. Pada umumnya, proses pengolahan air limbah terdiri dari tiga fase pengolahan utama, yaitu primer skunder dan tertier.
a. Pada pengolahan primer, sebagaian besar zat padat dan zat-zat anorganik dihilangkan dari limbah.
b. Pada pengolahan skunder. Zat-zat organic dikurangi dengan mempercepat proses-proses biologi secara alamiah. Untuk mengurangi zat-zat organic dalam air limbah dilakukan reaksi oksidasi menggunakan lumpur aktif yang mengandung banyak bakteri aerob. Reaksinya sebagai berikut :
CH2O + O2        CO2 + biomasa
Senyawa N organic NH4+  +  NO3-
Senyawa P organic H2PO4- ; HPO42-
c. Pada proses tertier, sisa-sisa zat padat, zat-zat beracun, logam berat, dan bakteri dihilangkan dari air, sehingga air tersebut bebas dari kotoran yang mungkin terdapat di dalamnya.

Aplikasi reaksi redoks dalam bidang Otomotif
1.     Pembakaran bahan bakar Roket
Reaksi redoks akan terjadi pada pembakaran bahan bakar. Pada umumnya, roket diisi dengan bahan bakar dan cairan pengoksidasi (oksidator). Bahan bakar dan oksidator bercampur dan terbakar dalam ruang pembakaran . Keberadaan zat pengoksidasi membuat bahan bakar terbakar lebih efisien. Dari pembakaran tersebut akan dihasilkan gas buang yang mendorong roket dalam arah yang berlawanan.
Sumber data :
http://kimia149.wordpress.com/2013/03/02/model-molekul/