Rabu, 12 Maret 2014

Aplikasi Redoks



Aplikasi reaksi redoks dalam kehidupan sehari-hari

1.   Zat pemutih
Zat pemutih adalah senyawa yang dapat digunakan untuk menghilangkan warna benda, seperti pada tekstil, rambut dan kertas. Penghilangan warna terjadi melalui reaksi oksidasi. Oksidator yang biasa digunakan adalah natrium hipoklorit (NaOCl) dan hidrogen peroksida (H2O2).
Warna benda ditimbulkan oleh elektron yang diaktivasi oleh sinar tampak. Hilangnya warna benda disebabkan oksidator mampu menghilangkan elektron tersebut. Elektron yang dilepaskan kemudian diikat oleh oksidator.

2.   Fotosintesis
Fotosintesis adalah proses reaksi oksidasi-reduksi biologi yang terjadi secara alami. Fotosintesis merupakan proses yang kompleks dan melibatkan tumbuhan hijau, alga hijau atau bakteri tertentu. Organisme ini mampu menggunakan energi dalam cahaya matahari (cahaya ultraviolet) melalui reaksi redoks menghasilkan oksigen dan gula.
Reaksi : 6 CO2 + 6 H2O            6 O2 + 6 C6H12O6

3.   Pembakaran
Pembakaran merupakan contoh reaksi redoks yang paling umum. Pada pembakaran propana di udara (mengandung O2), atom karbon teroksidasi (C3H8-)  membentuk CO2 dan atom oksigen tereduksi menjadi H2O.
Reaksi:  C3H8-   +  O2    CO2   +  H2O
                   
4.   Baterai karbon-seng
Jenis ini sering disebut sel kering karena tidak terdapat larutan elektrolit, yang menggantikannya adalah pasta semi padat. Pasta mangan oksida (MnO2) berfungsi sebagai katoda. Amonium klorida(NH4Cl) dan seng klorida (ZnCl2) berfungsi sebagai elektrolit. Seng(Zn) pada lapisan luar berfungsi sebagai anoda.Reaksi yang terjadi :

             anoda :    Zn     
Ø           
Ø katoda :  2MnO2  +  H2O  + 2e           Mn2O3+ 2OH-
Dengan menambahkan kedua setengah reaksi akan membentuk reaksi redoks utama yang terjadi dalam sel kering karbon-seng.
Zn + 2MnO2  +  H2O           Zn2++ Mn2O3  + 2OH-

v  Aplikasi reaksi redoks dalam bidang Industri

1. Peleburan biji logam
Untuk besi, reaksi totalnya adalah
2Fe2O3  + 3C           4Fe + 3CO2 Fe2O3
bijih besi (hematit) dengan kokas (karbon/C) sebagai reduktor.
2. Reaksi Redoks Pada Pengolahan Logam
Pada pemekatan biji logam dari batu karang baik secara fisika maupun kimia kemudian dipekatkan menjadi bijih pekat. Bijih pekat tersebut direduksi dengan zat pereduksi yang paling tepat.
3C(S)+ 4Al3+(l)+ 6O-2(l)          4Al(l) + 3CO2

3. Reaksi Redoks Pada Penyambungan Besi
Rel-rel dilas dengan proses termit . Campuran aluminium dan besi oksida disulut untuk untuk reaksi redoks dan panas yang dihasilkan dapat melumerkan permukaan rel.
Reaksi :  2Al(s) + Fe2O3 (S)          2Fe(s) + Al2O3(S)
4.   Reaksi Redoks Pada Gas Alam
Jika gas alam di bakar , maka akan membentuk reaksi sebagai berikut 
CH4(g) + 2O2(g) = CO2(g) + 2H2O(g)

v   Aplikasi reaksi redoks dalam bidang Pegolahan Air
1.     Pengolahan Air Limbah
        Konsep reaksi redoks sering dimanfaatkan dalam proses pengolahan air limbah. Di dalam suatu tempat pengolahan, limbah dilewatkan pada serangkaian sekat dan ruangan yang di dalamnya dilakukan beberapa proses, termasuk proses kimia untuk mengurangi kotoran dan zat racun. Pada umumnya, proses pengolahan air limbah terdiri dari tiga fase pengolahan utama, yaitu primer skunder dan tertier.
a. Pada pengolahan primer, sebagaian besar zat padat dan zat-zat anorganik dihilangkan dari limbah.
b. Pada pengolahan skunder. Zat-zat organic dikurangi dengan mempercepat proses-proses biologi secara alamiah. Untuk mengurangi zat-zat organic dalam air limbah dilakukan reaksi oksidasi menggunakan lumpur aktif yang mengandung banyak bakteri aerob. Reaksinya sebagai berikut :
CH2O + O2        CO2 + biomasa
Senyawa N organic NH4+  +  NO3-
Senyawa P organic H2PO4- ; HPO42-
c. Pada proses tertier, sisa-sisa zat padat, zat-zat beracun, logam berat, dan bakteri dihilangkan dari air, sehingga air tersebut bebas dari kotoran yang mungkin terdapat di dalamnya.

Aplikasi reaksi redoks dalam bidang Otomotif
1.     Pembakaran bahan bakar Roket
Reaksi redoks akan terjadi pada pembakaran bahan bakar. Pada umumnya, roket diisi dengan bahan bakar dan cairan pengoksidasi (oksidator). Bahan bakar dan oksidator bercampur dan terbakar dalam ruang pembakaran . Keberadaan zat pengoksidasi membuat bahan bakar terbakar lebih efisien. Dari pembakaran tersebut akan dihasilkan gas buang yang mendorong roket dalam arah yang berlawanan.
Sumber data :
http://kimia149.wordpress.com/2013/03/02/model-molekul/

Jumat, 28 Februari 2014

Penjelasan Tari


Tari Tanggai
Tari tanggai dibawakan pada saat menyambut tamu-tamu resmi atau dalam acara pernikahan. Tari ini menggambarkan masyarakat palembang yang ramah, menghormati, menghargai serta menyayangi tamu yang berkunjung ke daerahnya 
 
A.      Sejarah Tari Tanggai
Tari tanggai pada zaman dahulu merupakan tari persembahan terhadap dewa siwa dengan  membawa sesajian yang berisi buah dan beranekan ragam bunga,karena ini berfungsi sebagai tari persembahan pengantar sesajian maka tari tanggai pada zaman dahulu di katagorikan tarian yang sakral. Di sebut tari tanggai karena setiap penarinya menggunakan property tanggai di delapan jari (kecuali jempol).Tanggai tersebut dari perak ataupun kuningan yang di pakai pada ujung jari tangan
 
B. Musik Iringan Tari Tanggai
Tanggai ini, pada umum nya bersifat instrumental yang sekaligus di iringi oleh beberapa gendang dan satu buah gong yang berperan sebagai ritem. Adapun alat musik yang dipergunakan untuk mengiringi tari tanggai :
  • Accordion
  • Biola
  • Gendang
  • Gong dan terbangan
Judul lagunya adalah “Enam Bersaudara”, 
C. Busana Dan tata rias
Pakaian yang digunakan adalah kain songket, dodot, pending, kalung, sanggul malang, kembang urat atau rampai, tajuk cempako, kembang goyang dan tanggai yang berbentuk kuku terbuat dari lempengan tembaga.
 
Adapun fungsi dari tari tanggai tersebut:
            Ø  Sebagai lambang atau symbol kehormatan
            Ø  Sebagai hiburan
            Ø  Sebagai alat pendidikan


Selasa, 18 Februari 2014

Penjelasan Tari

 

Tari Bedhaya Ketawang
Tari Bedhaya Ketawang adalah sebuah tari yang amat disakralkan dan hanya digelar dalam setahun sekali. Konon di dalamnya sang Ratu Kidul ikut menari sebagai tanda penghormatan kepada raja-raja penerus dinasti Mataram.
Dilihat dari fungsinya, tarian itu bisa dibagi dalam 3 macam, yaitu:
Ø  sifat magis religius
Ø  tari yang menggambarkan peperangan
Ø  tari yang mengandung cerita (drama).
 
Berbagai macam jenis tari yang diciptakan oleh pengramu keraton bukan asal buat, melainkan dipadu dengan masukan dari kalangan lelembut yang punya hubungan baik dengan keluarga keraton. Sehingga ada muatan mistis dan gaib. Tari yang punya sifat   magis-religius ini, seperti Bedhaya biasanya diperagakan oleh kaum putri yang berjumlah 7 atau 9 orang.

  • Asal-usul Tari Bedhaya Ketawang

Berbeda dengan tarian lainnya, Bedhaya Ketawang ini semula khusus diperagakan oleh abdi dalem Bedhaya Keraton Surakarta Hadiningrat. Iramanya pun terdengar lebih halus dibanding dengan tari lainnya .
Dikatakan tari Bedhaya karena tari ini menyesuaikan dengan gendingnya, seperti Bedhaya Gending Ketawang Ageng (Karya Penembahan Senapati)
. 
Satu sumber menyebutkan bahwa tari ini diciptakan oleh Penembahan Sanapati-Raja Mataram pertama-sewaktu bersemadi di Pantai Selatan. Ceritanya, dalam semadinya Penembahan Senapati bertemu dengan Kanjeng Ratu Kencanasari (Ratu Kidul) yang sedang menari. Selanjutnya, penguasa laut Selatan ini mengajarkannya pada penguasa Mataram ini.
 
 Sumber lainnya menyebutkan bahwa tari Bedhaya Ketawang ini diciptakan oleh Sultan Agung Anyakrakusuma (cucu Panembahan Senapati). Menurut Kitab Wedhapradangga yang dianggap pencipta tarian ini adalah Sultan Agung (1613-1645), raja terbesar dari kerajaan Mataram bersama Kanjeng Ratu Kencanasari, penguasa laut Selatan. Ceritanya, ketika Sultan Agung sedang bersemadi, tiba-tiba mendengar alunan sebuah gending. Kemudian Sultan Agung berinisatif menciptakan gerakan-gerakan tari yang disesuaikan dengan alunan gending yang pernah didengar dalam alam semadinya itu. Akhirnya, gerakan-gerakan tari itu bisa dihasilkan dengan sempurna dan kemudian dinamakan tari Bedhaya Ketawang.

Agenda

Agenda Pelajaran Seni Tari
1.  Purworejo, 20 Agustus 2013
  • Perkenalan
  • Membahas Kompetensi Inti Seni tari
  1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang di anut.
  2. Menghayati dan mengamalkan jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli(gotong royong, kerjasama, toleransi, damai), santun, responsif, dan proaktif. Menunjukkan sikap sebagai   bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam  menempatkan diri, sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
  3. Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa  keingintahuannya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni budaya, humaniora   dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan dan peradaban terkait fenomena dan kejadian serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai bakat dan minat untuk memecahkan masalah.
  4. Mengelola, menalar dan mengkaji dalam ranah konkrit dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan diri yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri dan mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.

2.  Purworejo, 27 Agustus 2013
  • Presentasi 5 tari nusantara no undi 1. Amrih Wening Handayani yang mempresentasikan tari:
      1. Tari Gandrung Banyuwangi
Tarian ini berasal dari Banyuwangi, ditarikan oleh sepasang penari, yaitu penari perempuan sebagai penari utama atau penari gandrung dan penari laki-laki. Tarian ini di bawakan  sebagai ucapan syukur masyarakat pasca panen.

      2. Tari Payung
Berasal dari tanah Minang, Sumatera Barat. Penari pria akan membawa payung dan penari wanita akan membawa selendang sebagai alat bantu yang digunakan dalam pertunjukan. Penggunaan payung melambangkan perasaan kasih sayang seorang kekasih pada pasangannya. Lagu yang digunakan untuk mengiringi tari payung merupakan lagu dengan syair yang menggambarkan suasana bulan madu sepasang suami istri di sungai Tanang.

      3. Tari Badui
Tari Badui masih berkembang di kabupaten Sleman. Tari Badui adalah tarian rakyat yang menggambarkan adegan peperangan atau serombongan prajurit yang sedang melakukan suatu latihan perang. Fungsi dari kesenian ini di samping sebagai alat dakwah agama Islam juga tontonan warga yang menarik.
  • Karena waktu tidak cukup presentasi dilanjutkan pertemuan berikutnya.
3.  Purworejo, 3 September 2013
  • Sebenarnya akan maju memperagakan beberapa gerakan tari tetapi karena waktu pelajaran digunakan untuk persiapan karnaval sehingga diundur pertemuan berikutnya.
4.  Purworejo, 10 September 2013
  • Memperagakan gerakan tarian, yang menilai temannya sendiri. Rizky O. D. S. memperagakn gerakan tari Lengger Banyumas, Aisya Alma A.K. memperagakan tari Terang Wulan, Arini Milati memperagakn gerakan tari Kukilo, Desi Dwi K. memperagakn gerakan tari Golek ayun- ayun, Aulia H.N. memperagakn gerakan tari Rampak Bedhug, Madhea R.K. memperagakn gerakan tari Serampang 12, Dwi Rulli R. memperagakn gerakan tari Miyang, Putri L. memperagakan gerakan tari Pasembahan, Septi N. memperagakn gerakan tari Serimpi Menggoloretno, Amrih W.P. memperagakn gerakan tari Yapong
5.  Purworejo, 17 September 2013
  • No undi 1 meneruskan presentasi:
       4. Tari Yapong
Tari Yapong diwarnai oleh tari rakyat Betawi. Adegan ini dinamai Yapong dan tidak mengandung arti apapun. Namun istilah Yapong ini lahir dari bunyi lagunya ya, ya, ya, ya, yang dinyanyikan artis pengiringnya serta suara musik yang berkesan pong, pong, pong, sehingga lahirlah “ya-pong” dan berkembang menjadi Yapong.

      5. Tari Merak
Tari Merak merupakan tarian kreasi baru dari tanah Pasundan. Gerakan tari merak didominasi gerakan yang menggambarkan keceriaan dan kegembiraan yang dipancarkan oleh merak jantan.
  • No Undi 2, Septi N. Mempresentarikan tari:
      1. Tari Golek Menak
Tari ini berasal dari Yogyakarta, diciptakan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono IX. Mengandung arti menarikan wayang Golek Menak.

      2. Tari Serimpi Menggolo Retno
Tari putri klasik gaya Surakarta dan Yogyakarta .Tarian ini selalu ditarikan oleh empat orang penari. Hal ini ada kaitannya dengan pandangan falsafah Jawa yang merujuk pada empat titik utama, yaitu utara, timur, selatan, dan barat.

     3. Tari Legong
 Tari ini berasal dari Bali.Sesuai dengan awal mulanya, penari legong yang baku adalah dua orang gadis yang belum mendapat menstruasi, ditarikan di bawah sinar bulan purnama di halaman keraton. Kedua penari ini, disebut legong, selalu dilengkapi dengan kipas sebagai alat bantu. Pada beberapa tari legong terdapat seorang penari tambahan, disebut condong, yang tidak dilengkapi dengan kipas. Tari ini mengambil dasar dari cerita Panji.

      4. Tari Pakarena
Tari Pakarena adalah tarian tradisional dari Sulawesi Selatan. Tari Pakarena berawal dari kisah perpisahan penghuni botting langi (Negeri Kayangan) dengan penghuni lino (bumi) zaman dahulu.

       5. Tari Cendrawasih
Tari ini dicptakan oleh Swasti Wijaya Bandem dan dibawakan oleh dua orang gadis.Tari ini bercerita tentang burung cendrawash jantan dan betina yang sedang memadu kasih.
  • Dilanjutkan dengan no undi 3, Putri Larasati mempresentasikan tari:
       1. Tari Zapin
Zapin adalah  tarian rumpun Melayu. Dalam tariannya dikisahkan keseharian hidup masyarakat melayu. Gerak pembuka tariannya berupa gerak membentuk huruf alif (huruf bahasa Arab) yang melambangkan keagungan Tuhan.

       2. Tari Ngremo
Tarian ini berasal dari Provinsi Jawa Timur. Tarian Remo menceritakan perjuangan seorang pangeran dalam medan laga. Akantetapi dalam perkembangannya tarian ini menjadi lebih sering ditarikan oleh perempuan, sehingga memunculkan gaya tarian yang lain: Remo Putri atau Tari Remo gaya perempuan.

       3. Tari Pasembahan
Tari Pasambahan adalah tari tradisonal Minangkabau. Tarian ini ditampilkan dalam acara penyambutan tamu yang dimaksudkan sebagai ucapan selamat datang dan ungkapan rasa hormat kepada tamu kehormatan.

       4. Tari Rentak Besapih
Tari ini berasal dari Jambi. Tari Rentak Besapih merupakan tarian yang menggambarkan perpaduan rentak langkah dari berbagai etnis menjadi suatu bentuk kesatuan utuh dalam menjalani kehidupan.

       5. Tari Saman
Tari ini berasal dari Aceh. Tari saman merupakan salah satu media untuk pencapaian pesan (dakwah). Tarian ini mencerminkan pendidikan, keagamaan, sopan santun, kepahlawanan, kekompakan dan kebersamaan.
  • Karena waktunya tidak cukup jadi dilanjutkan minggu depan.
6. Purworejo, 24 September 2013
  • Seharusnya meneruskan presentasi tetapi karena LCD rusak sehingga tidak jadi presentasi dan diganti dengan menonton video penari kurang sempurna fisiknya dari Cina pada leptop masing-masing dan setelah itu memberikan tanggapan tentang video tersebut
7.  Purworejo, 1 Oktober 2013
  • Maju presentasi no undi 4, Dwi Rulli R. Mempresentasikan tari:
        1. Tari Topeng Betawi
Tari Topeng Betawi adalah tarian tradisional khas masyarakat Betawi. Tari Topeng biasanya dijadikan tarian pembuka atau penutup pertunjukan Topeng Betawi. Pertama, si penari harus gandes. Gandes artinya luwes atau gemulai. Yang kedua, si penari harus ajar. Ajar artinya ceria atau riang. Jadi, si penari tidak boleh kelihatan murung atau sedih. Dan yang ketiga, penari harus menari dengan lincah tanpa beban.

         2. Tari Serimpi
Tari ini berasal dari Kraton Syrakarta. Tari srimpi ditarikan oleh empat penari putri yang masing-masing penari mempunyai jabatan. Yaitu batak, dulu, dhaha dan buncit. Komposisi penari srimpi melambangkan empat unsur dunia, yaitu api, udara, air dan tanah. Adapun ciri khas tari srimpi adalah geraknya yang lembut dan mengalir sesuai dengan iringan gendhingnya.

         3. Tari Merak Jawa Tengah
Walaupun tarian ini dibawakan oleh penari wanita, namun sebenarnya tarian ini mengambarkan tingkah laku merak jantan dalam menebatkan pesonanya kepada merak betina. Dalam tarian ini digambarkan bagaimana usaha merak jantan untuk menarik perhatian merak betina dengan memamerkan bulu ekornya yang indah dan panjang. Gerakan tari merak lebih didominasi oleh gerakan yang menggambarkan keceriaan dan kegembiraan yang dipancarkan oleh sang merak jantan.

         4. Tari Miyang
Tari ini berasal dari Tuban.Tari Miyang yang menggambarkan kegigihan dan sema­ngat juang para wanita pesisir ketika para nelayan pergi melaut (Miyang). Me­reka bersemangat dan gembira dalam menyambut datangnya para nelayan dengan harapan hasil tangkapannya melimpah.

         5. Tari Gambiranom
Tari gambiranom merupakan tari klasik yang merupakan Gaya Surakarta dan Yogyakarta. Tari Gambir Anom, sebuah tarian klasik dengan gaya lemah lembut. Yang unik dari tarian ini adalah ikut sertanya para penonton atau tamu untuk menari bersama dengan penari Tayub. Saat ini amat jarang ditemui para penari putra terutama putra tunggal untuk menarikan dan membawakan sebuah tarian Gambiranom. Malah kebanyakan yang menarikan adalah kaum putri atau wanita. Padahal, tari tersebut adalah tari putra tunggal alus. Tari gambiranom menceritakan anak Arjuna yang sedang di mabuk kasmaran (jatuh cinta) pada pasangannya. Dalam tari ini juga di ulas gerakan sedang menyisir (merapikan) rambut, memandangi potret pasangan, dan lain lain.
  • Dilanjutkan presentasi no undi 5, Madhea Rizky K. Mempresentasikan tari:
         1. Tari Bambangan Cakil
Tari Bambangan Cakil berasal dari Jawa Tengah. Tari ini menceritakan perang antara kesatria melawan raksasa pada Perang Kembang. Makna yang terkandung dalam tarian ini adalah bahwa segala bentuk kejahatan dan keangkaramurkaan pasti kalah dengan kebaikan.

          2. Tari Bedana
Tari Bedana adalah tari muda-mudi Lampung. Tarian ini dibawakan dalam acara-acara adat dan acara-acara yang tidak resmi sebagai ungkapan rasa gembira.

          3. Tari Cakalele
Cakalele yaitu tarian tradisional Maluku yang dimainkan oleh sekitar 30 laki-laki dan perempuan. Keistimewaan tarian ini terletak pada tiga fungsi simbolnya :  (1) Pakaian berwarna merah pada kostum penari laki-laki, menyimbolkan rasa heroisme terhadap bumi Maluku, serta keberanian dan patriotisme orang Maluku ketika menghadapi perang. (2) Pedang pada tangan kanan menyimbolkan harga diri warga Maluku yang harus dipertahankan hingga titik darah penghabisan. (3) Tameng (salawaku) dan teriakan lantang menggelegar pada selingan tarian menyimbolkan gerakan protes terhadap sistem pemerintahan yang dianggap tidak memihak kepada masyarakat.

          4. Tari Dayak
Seni tari Dayak adalah: kesenian tari tradisional masyarakat dayak yang berhubungan dengan latar belakang budaya yang masih terpelihara di antara sub suku bangsa Dayak secara umum. Dayak merupakan sebutan bagi penduduk asli pulau Kalimantan. Maksud dari Tari Dayak Ajat Temuai Datai yaitu: Tari yang didalamnya terdapat Upacara Adat dalam prosesi menyambut tamu atau Tari Menyambut tamu. bertujuan untuk penyambutan tamu yang datang atau tamu agung (diagungkan).

           5. Tari Serampang Dua Belas
Tari serampang dua belas merupakan salah satu tarian budaya asal Sumetera Utara. Tari Serampang Duabelas berkisah tentang cinta suci dua anak manusia yang muncul sejak pandangan pertama dan diakhiri dengan pernikahan yang direstui oleh kedua orang tua sang dara dan teruna.
  • No Undi 6, Monika R. Mempresentasikan tari:
         1. Tari Tanggai
Tari ini berasal dari Sumatera Selatan. Tari ini menggambarkan masyarakat palembang yang ramah, menghormati, menghargai serta menyayangi tamu yang berkunjung ke daerahnya. Tari ini digunakan untuk menyambut tamu-tamu terhormat. Di sebut tari tanggai karena setiap penarinya menggunakan property tanggai di delapan jari (kecuali jempol).Tanggai tersebut dari perak ataupun kuningan yang di pakai pada ujung jari tangan.

         2. Tari Gendhing Sriwijaya
Tari ini berasal dari Sumtera Selatan. Tarian ini menggambarkan keluhuran budaya, kejayaan, dan keagungan kemaharajaan Sriwijaya yang pernah berjaya mempersatukan wilayah Barat Nusantara. Tari ini ditampilkan secara khusus untuk menyambut tamu-tamu agung seperti kepala Negara, Duta Besar dan Tamu-tamu agung lainnya. Tari ini bertujuan untuk untuk mengingatkan para pemuda bahwa para nenek moyang adalah bangsa dan besar yang menghormati persaudaraan dan persahabatan antar manusia dan hubungan antara manusia dengan Sang pencipta

          3. Tari Golek Sulung Dayung
Tari Jawa klasik ini berasal dari kota Yogyakarta.Tarian itu menggambarkan perempuan muda yang mempunyai keinginan  untuk selalu melihat dirinya terbaik. Tarian ini Tujuannya adalah untuk melestarikan dan mengembangkan tari klasik Yogyakarta dan Mataram.

          4. Tari Sapu Tangan

Tari ini berasal dari Sumatra Utara. Tarian ini menggambarkan kegiatan masyarakat Melayu pedesaan dalam keseharian mereka. Tarian ini menggambarkan kebiasaan masyarakat, misalnya dalam kegiatan setelah panen. Kegiatan ini penuh dengan rasa kekeluargaan dan memiliki jiwa gotong-royong yang tinggi. Nilai-nilai kearifan dan kebiasaan masyarakat Melayu tersebut tercermin pada gerakan-gerakan dalam ragam tarian ini. Penari berpasang-pasangan laki-laki dan perempuan.

          5. Tari Bedhaya Ketawang
Tari ini berasal dari Keraton Surakarta. Tari Bedhaya Ketawang adalah sebuah tari yang amat disakralkan dan hanya digelar dalam setahun sekali. Konon di dalamnya sang Ratu Kidul ikut menari sebagai tanda penghormatan kepada raja-raja penerus dinasti Mataram.
  • No undi 7, Aulia H.N. mempresentasikan tari:
         1. Tari Kebyar Duduk
Tari Kebyar Duduk merupakan tari khas Bali. Tari Kebyar Duduk menggambarkan kemahiran seorang pemuda yang menari dengan lincahnya dengan posisi duduk mengikuti irama gamelan

         2. Tari Selamat Datang
Tari Selamat Datang berasal dari daerah Papua yang ditujukan untuk menunjukkan kegembiraan hati dan memberikan ucapan selamat datang kepada tamu yang datang

         3. Tari Margapati
Tari Margapati ini merupakan tarian khas dari daerah Bali. Tari Margapati ini berasal dari kata "Marga". Di Bali, kata marga adalah sebutan dari kata "jalan" dan "pati" merupakan kematian atau meninggal dunia sehingga tari ini berarti jalan menuju kematian atau tarian yang menggambarkan kesalahan jalan seorang wanita, karena tari ini biasanya ditarikan oleh seorang penari wanita dengan gerakan - gerakan yang menyerupai seorang laki - laki

         4. Tari Rampak Bedhug
Tari Rampak Bedug merupakan tarian dari daerah Banten. Sesuai dengan namanya, tarian ini memadukan suara bedug dengan paduan yang serasi sehingga menghasilkan irama yang padu

          5. Tari Sekar Jagad
Tari Sekar Jagad merupakan tarian khas Bali. Tari Sekar Jagad berasal dari kata “Sekar” berarti bunga yang harum, dan “Jagad” adalah dunia. Sehingga berarti tarian bunga di taman seluruh dunia.Tarian ini juga menggambarkan damainya dunia dengan semerbak bunga-bunga yang menghiasinya.
  • No undi 8,9,10 dan 11 mempresentasikan tari nusantara di luar jam pelajaran, karena waktu jam pelajaran sudah habis.
  • No undi 8, Desi Dwi K. Mempresentasikan tari:
         1. Tari Reog Ponorogo
         2. Tari Kipas
         3. Tari Golek Ayun Ayun
          4. Tari Topeng Cirebon
          5. Tari Seudati
  • No undi 9, Arini Milati mempresentasikan tari:
         1. Tari Jaipong Daun Pulus Keser Bojong Dari Jabar
         2. Tari Kukilo
         3. Tari Cokek Dari Jakarta
         4. Tari Gandrung Dari Lombok
         5. Tari Selampit Delapan Dari Jambi
         6. Tari Gong Dari Kalimantan Timur
  • No undi 10, Rizky O.D.S. mempresentasikan tari:
         1.  Tari Lengger
         2.  Tari Srikandi Cakil
         3.  Tari Cendrawasih
         4.  Tari Nelayan
         5.  Tari Rantak
  • No undi 11, Aisya Alma A.K. mempresentasikan tari:
         1. Tari Kecak
         2. Tari Pendet
          3. Tari Lilin
          4. Tari Piring
          5. Tari Maengket

Penilaian


Nilai Memperagakan Tari





 
No undian
Nama
Tarian
Nilai
Ekspresi
Gerakan
Rata-rata
1
Rizky O. D. S.
Lengger Banyumas
87
90
88,5
2
Aisya Alma A. K.
Terang Wulan
87
89
88
3
Arini Milati
Kukilo
85
87
86
4
Desi Dwi K.
Golek Ayun-Ayun
87
90
88,5
5
Aulia H. N.
Rampak Bedhug
85
87
86
6
Madhea R. K.
Serampang 12
87
85
86
7
Dwi Rulli R.
Miyang
87
85
86
8
Putri Larasati
Pasembahan
85
87
86
9
Septi N.
Serimpi Menggoloretno
87
87
87
10
Amrih Wening P.
Yapong
87
89
88